KABUPATEN BULELENG : SINGARAJA SAKTI dan BEBERAPA POTENSINYA
Kabupaten Buleleng terletak di bagian paling utara Pulau Bali yang beribu kota Singaraja. yang mempunyai wilayah terluas diantara sembilan (9) Kabupaten dan kota di Bali. Luas wilayahnya adalah 27,98 km² dan penduduknya berjumlah 80.500 jiwa. Kepadatan penduduknya adalah 2877 jiwa/km². Letaknya berada pada 08° 03’40” - 08° 23’00” LS 114° dan 25’ 55” - 115° 27’ 28” BT. Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Kabupaten Jembrana di sebelah barat, Kabupaten Karangasem di sebelah timur dan Kabupaten Bangli, Tabanan dan Badung di sebelah selatan. Kabupaten Buleleng dibagi kepada 9 kecamatan dan 146 desa/kelurahan yang diantaranya adalah :
1. Gerokgak
2. Seririt
3. Busung Biu
4. Banjar
5. Buleleng
6. Sukasada
7. Sawan
8. Kubutambahan
9. Tejakula
Makna dari Filosofi Kota Singaraja
• Yupa Padmasana yang berbentuk segi lima : melambangkan falsafah negara RI yaitu Pancasila.
• Arca Singa-Raja yang bersayap : sebagai lambang nama kota Daerah Kabupaten Buleleng yang terbentang dari Timur ke Barat
• Buleleng atau Jagung Gembal yang dipegang tangan kanan singa itu : melambangkan nama Daerah Kabupaten yaitu : Buleleng yang dipegang oleh Kota Singaraja.
• Motto “Singa Ambara Raja” : melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat Buleleng.
• Sembilan helai Kelopak Bunga Teratai : melambangkan sembilan kecamatan yang ada di Daerah Tingkat II Buleleng.
• Tiga Ekor Gajah Mina : melambangkan kekuatan, kebijaksanaan, dan kepandaian rakyat Buleleng.
• Tiga buah permata yang memancar berkilau-kilauan : melambangkan kewaspadaan dan kesiap siagaan rakyat Buleleng.
• Jumlah bulu sayap yang besar dan yang kecil tiga puluh helai yaitu : sayap jajaran yang pertama banyaknya 5 helai, kedua banyaknya 7 helai, ketiga banyaknya 8 helai dan sayap jajaran yang keempat banyaknya 10 helai. Melambangkan tanggal atau hari lahirnya kota Singaraja.
• Tiga puluh tulang pemegang bulu sayap : melambangkan bulan yang ketiga atau bulan Maret yaitu bulan lahirnya kota singaraja.
• Rambut, bulu gembal, bulu ekor Singa yang panjang-panjang jumlah seribu enam ratus empat helai : melambangkan tahun lahirnya kota Singaraja.
• Dari No. 8 sampai 10 jika dirangkaikan melambangkan tanggal 30 Maret 1604 hari lahirnya Kota Singaraja.
• Lambang Daerah Kabupaten Buleleng dalam bentuk Panji mempergunakan dasar warna biru cemerlang. Melambangkan warna pikiran yang taat, cinta dan berbakti ke hadapan Ida Sang hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa.
• Singa Ambara atau Singa Bersayap berwarna merah hidup : melambangkan warna pikiran yang bersemangat dalam keperwiraan.
• Warna putih bersih : merupakan simbul hati nurani yang sangat bersih dan jujur.
• Warna hitam adalah : lambang kemarahan dan siap maju bila diganggu.
• Motto “Singa Ambara Raja: melambangkan kelincahan dan semangat kepahlawanan rakyat Kabupaten Buleleng.
Jika ditinjau dari segi Seperti daerah Bali pada umumnya, Buleleng beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1365 mm pertahun, musim hujan berkisar antara bulan Oktober s/d April sedangkan kemarau antara bulan April s/d Oktober. Panjang ruas pantai Kabupaten Buleleng sekitar 144 km, 19 km-nya melewati Kecamatan Tejakula. Selain sebagai penghasil pertanian terbesar di Bali, kabupaten Buleleng juga memiliki obyek pariwisata yang cukup banyak seperti pantai Lovina, pura Pulaki, Air Sanih, dan tentunya kota Singaraja sendiri.
Jika ditinjau dari segi pengembangan pariwisata, potensi seni di Kabupaten Buleleng tidak kalah dengan kabupaten di Bali yang lain. Selain daerah pariwisata, terdapat juga suatu kesenian unik yang tidak ditemui di Kabupaten lain seperti Sapi Gerumbungan. Sapi Gerumbungan adalah merupakan jenis kesenian yang dipadukan dengan kegiatan olah raga yang biasa dilaksanakan sekitar Bulan Agustus di Lapangan Desa Kaliasem Lovina sekitar 11 km sebelah barat Kota Singaraja. Sejak dulu kesenian ini sangat digemari oleh para petani. Bahkan hingga kini menjadi tradisi diantara para petani, setelah selesai membajak sawahnya yang siap untuk ditanami, para petani mengadakan sejenis hiburan yang dikenal dengan “Megrumbungan”. Gerumbungan itu berupa Genta besar yang digantungkan pada leher sapi jantan. Sepasang sapi yang sudah terlatih dihubungkan pada lehernya dengan sebuah alat dari kayu yang disebut “uga”.
Megoak-goakan merupakan tarian rakyat sering dipentaskan menjelang Hari Raya Nyepi dan hanya terdapat di Desa Panji, Kecamatan Sukasada 6 km ke selatan dari Kota Singaraja. Nama megoak-goakan dikembangkan dari nama Burung Goak (Burung Gagak) ketika burung itu mengincar mangsanya kegiatan ini merupakan pementasan ulang dari sejarah kepahlawanan Ki Barak Panji Sakti sebagai Pahlawan Buleleng pada waktu menaklukan Kerajaan Blambangan di Jawa Timur.
Daerah wisata yang hingga saat ini dikembangkan dan cukup populer hingga ke mancanegara adalah Air Panas Banjar yang terletak di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Kira-kira 19 km sebelah barat dari Kota Singaraja dan 1 km sebelah barat Wihara Budha. Air Panas Banjar (Hot Spring) sudah tidak asing lagi bagi para praktisi pariwisata. Berbagai tamu dari mancanegara telah mengunjungi wisata alam ini. Air panas yang muncul dari perbukitan setempat dibuat bertingkat, ditingkat pertama terdiri dari beberapa pancoran dimana wisatawan dapat mandi air panas.
Kuburan Jaya Perana dan Layon Sari ini terletak di sebelah barat Kabupaten Buleleng, kawasan hutan belukar Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Kecamatan Gerokgak, kira-kira 67 km sebelah barat Kota Singaraja. Kuburan ini merupakan bangunan kisah romantis seperti cerita Romeo dan Juliet. Jaya Prana dan Layon Sari adalah merupakan pasangan suami isteri yang sangat ideal pada masa Kerajaan Wanekeling Kalianget tempo dulu. Karena kecantikannya sang raja jatuh cinta pada Layon Sari dan dengan tipu muslihatnya dapat membunuh Jaya Prana. Sedangkan Layon Sari yang tidak mau diperistri oleh raja memilih bunuh diri untuk menyusul suami tercintanya. Kuburan tersebut sering didatangi wisatawan atau umat yang datang sekaligus melakukan persembahyangan. Apalagi pada hari raya suci agama Hindu, seperti Purnama Tilem, Galungan dan Kuningan, serta hari raya lainnya.
Pulau Menjangan adalah Pulau Karang yang terletak di ujung barat laut Pulau Bali. Pulau ini terdapat di Kecamatan Grokgak, 55 km sebelah selatan Kota Singaraja. Pulau Menjangan merupakan salah satu tempat menyelam terbaik di Dunia. Disini keindahan dan misteri pemandangan bawah laut dapat ditemukan. Kecantikan taman lautnya telah mampu menarik perhatian para penyelam tingkat dunia. Di pulau ini pengunjung tidak diperkenankan memancing, mencari karang atau berburu binatang karena semua kehidupan di pulau ini dilindungi.
Wisata Lovina terletak di Desa Kalibukbuk 10 km sebelah barat Kota Singaraja. Daya tarik utamanya adalah pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Di daerah Lovina ini tersebar begitu banyak hotel dan restourant karena kawasan ini merupakan salah satu objek wisata di Buleleng yang cukup diunggulkan. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai oleh wisatawan domestik maupun luar negeri. Pantai Lovina sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang dan memancing. Disamping daya tarik tersebut, adanya ikan lumba-lumba menambah nilai plush kawasan ini. Ikan lumba-lumba yang jumlahnya ratusan dapat dilihat pagi hari, kurang lebih 1 km lepas pantai.
Air Terjun Gitgit terletak di Desa Gitgit Kecamatan Sukasada. Kira-kira 11 km dari kota Singaraja. Air terjun yang berketinggian sekitar 35m memiliki pemandangan yang indah serta hawa yang sejuk. Air terjun ini selalu ramai pengunjung, apalagi di hari-hari libur.
Selain beberapa potensi yang disebutkan diatas, masih banyak daerah wisata beserta kesenian yang terdapat di Kabupaten Buleleng. Saat ini Bupati Buleleng Drs. Putu Bagiada, MM. Tetap berupaya untuk mengembangkan pola tata wisata Kabupaten Buleleng agar tetap eksis dan semakin maju. Satu lagi yang sampai saat ini dikembangkan di Kabupaten Buleleng yaitu pengembangan produk lokal, yaitu pemanfaatan air minum yang berlabel yeh buleleng. Yeh Buleleng adalah salah satu contoh kecil dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi Kabupaten Buleleng. Air mineral layak konsumsi ini berasal dari mata air bersih di kawasan mumbul Singaraja. Air yang dikelola dalam bentuk kemasan ini siap di pasarkan, yang saat ini pemasarannya hanya di sekitar Buleleng saja. Melalui upaya pemerintah daerah ini, secara tidak langsung, sekaligus mengarahkan kepada warga Buleleng untuk lebih mencintai produk lokal.
Peta Kabupaten Buleleng

|