I Wayan Mertha
TOKOH DESA KEDONGANAN
Terlahir pada tanggal 1 Januari 1963, I wayan Mertha merupakan salah seorang Pemuda Kedonganan yang aktif dan kreatif penuh dengan ide-ide dan aktivitas-aktivitas yang mampu memajukan desa kedonganan dari sebuah wilayah yang gersang dan miskin menjadi sebuah desa yang kaya dan diperhitungkan
Menurut I Wayan Mertha, untuk memajukan sebuah desa/daerah/wilayah yang perlu diidentifikasi pertama kali adalah core potensi wilayah tersebut, dari sanalah mestinya mulai diformulasikan teknik pengembangan yang akan dilakukan
contohnya di Kedonganan,
Awalnya Kedonganan yang kering dan gersang merupakan sebuah wilayah desa yang miskin dimana sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai Nelayan
Desa Kedonganan dengan potensi alam laut dan kaya akan fauna laut yang sebenarnya bisa bernilai jual tinggi apabila dikelola dengan baik, kemudian mulai dikembangkan dengan memanfaatkan unsur-unsur alam yang dimiliki Kedonganan
Beberapa kiat-kiat Pengembangan di sector ekonomi desa Kedongan :
-
Menjadikan Laut Kedonganan sebagai sebuah tujuan Wisata dengan membangun beberapa infrastruktur pariwisata yang berbeda dengan yang ada di daerah lain seperti membangun café-café yang menyajikan hasil laut Kedonganan ( Ikan )
-
Mencitrakan “Ikan Bakar Kedonganan” dengan cita rasa sendiri sehingga menarik minat para wisatawan domestic ataupun mancanegara untuk datang ke Kedonganan
-
Mereformasi awig-awig dengan beberapa aturan baru yang berorientasi pada pemberdayaan penduduk Kedonganan seperti system kepemilikan saham café yang harus berasal dari krama Kedonganan, krama tamiu hanya diperkenankan sebagai pengelola
-
Supllier dari bahan mentah Café seperti Ikan dan sayur adalah karma Kedonganan
-
Pembangunan pasar-pasar Ikan sehingga secara keseluruhan image yang tercipta adalah Kedonganan sebagai Object wisata Laut dengan “alam lautnya yang indah” “Pasar Ikan Murah” dan “ Ikan Bakar Lezat “
I Wayan Mertha yang kini menjabat sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata, merupakan alumni Universitas Udayana yang kemudian mendapatkan gelar masternya di IPB dan beberapa beasiswa di beberapa negara yang kesemuanya mengambil jurusan dibidang lingkungan dan manajemen pariwisata
|